Memelihara Kebodohan

Akhir-akhir ini aku melihat fenomena yang banyak sekali macamnya tetapi sama substansinya. hal itu adalah memelihara kebodohan.
sebuah realitas umum yang terjadi tanpa disadari, sebuah pola penggiringan kesadaran, seolah-olah dirinya pintar dan benar tetapi pada dasarnya ia semakin bodoh dan menikmatinya sambil tertawa.

melihat bodohnya Habib Rizik dan memberi tanda setuju kepada lawannya, ataupun sebaliknya.

berdiam diri dengan instagramnya seolah-olah belajar dari kamar tidurnya.

menonton film di laptopnya seolah-olah dengan itu ia menjadi pembuat film handal.

mengomentari tulisan dosen yang sangat normatif sehingga dirinya menguasai hal-hal substansial.

Bullshit !

Aku, Diriku, Namaku, telah terkurung. pertama-tama oleh diriku, lalu kemudian dengan teman-teman bodohku yang setiap hari datang ke kamarku, sambil membawa motor dan rokoknya. ya ! kami sekumpulan orang bodoh yang nyaman dengan itu, dan kemudian aku memutuskan untuk menulis kegelisahan ini. menghapus aplikasi instagram dan facebook di hapeku. lalu berusaha meringsek keluar.

sebetulnya ia bisa saja menerima penolakanku, tapi kenapa tak bisa memahamiku. atau aku sebagai subjek yang selalu mengeluh. jujur, diatas aku sudah mengaku. aku malas.

sebagai manusia yang ingin belajar hal-hal baru, aku senang apabila punya teman yang aktif sana-sini tapi tetap datang ke kamarku. aku heran kenapa dia tidak ada usaha sedikitpun untuk membuatnya tetap diterima.

😠😠😠😠😠😠😠

Komentar

Postingan Populer